Untuk bantuan fast response, silakan hubungi melalui WhatsApp di 085854594178. Kami sangat terbuka untuk pihak lain yang ingin menjadi distributor/reseller. Terima kasih.

Perencanaan Produksi dan Pengendalian Persediaan


19 February 2019 - Kategori Blog

Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan pada IKM ditunjukkan pada aktivitas saat merencanakan dan mengendalikan material (bahan baku dan bahan tambahan) pada sistem produksi, mengalir dalam sistem produksi (komponen, penggabungan beberapa komponen), dan keluar dari sistem produksi (barang jadi) sehingga permintaan pasar dapat dipenuhi dengan efektif dan efiesien (tepatnya jumlah produksi, tepat waktu, biaya produksi minimum).

1. Demand (permintaan) pada IKM dilakukan melalui peramalan (proyeksi, prediksi, estimasi suatu kejadian dan aktivitas tidak pasti di masa depan).

2. Hasil dari peramalan untuk agregat (penyusunan perencanaan yang mengatur sumber daya secara bruto utuk memenuhi total permintaan dari semua item produk yang menggunakan sumber daya dan fasilitas secara bersama.

3. Selanjutnya menentukan master production schedule (MPS) jadwal yang disusun untuk mengetahui kondisi masing-masing item yang akan diproduksi, kapan item tersebut dibutuhkan, agar sesuai dengan persediaan bahan baku.

4. Sistem MPS dapat membantu IKM untuk menyelesaikan permasalahan penentuan kebutuhan material yang bersifat kwalitas lebih baik dan efisien.

5. Tahapan indipendent demand adalah permintaan terhadap material yang tidak terkait dengan bill of material.
Bill of material (BOP) adalah definisi produk akhir yang terdiri dari daftar  item, bahan, atau material  yang  dibutuhkan  untuk merakit, mencampur  atau memproduksi  produk akhir.

Pengaturan perencanaan produksi dan pengendalian persediaan yang dilakukan IKM bertujuan untuk:

1. Mengusahakan agar IKM dapat berproduksi secara efektif dan efisien.
2. Mengusahakan agar IKM dapat menggunakan modal seoptimal mungkin.
3. Mengusahakan agar IKM dapat menguasai pasar yang luas.
4. Untuk memperoleh keuntungan yang cukup bagi perusahaan.
5. Meramalkan permintaan produk yang dinyatakan dalam jumlah produk sebagai fungsi dari waktu.
6. Memonitor permintan yang aktual, membandingkannya dengan ramalan permintaan sebelumnya dan melakukan revisi atas ramalan tersebut jika terjadi penyimpangan.
7. Menetapkan ukuran pemesanan barang yang ekonomis atas bahan baku yang akan dibeli.
8. Menetapkan sistem persediaan yang ekonomis.
9. Menetapkan kebutuhan produksi dan tingkat persediaan pada saat tertentu.
10. Memonitor tingkat persediaan, membandingkannya dengan rencana persediaan, dan melakukan revisi rencana produksi pada saat yang ditentukan.
11. Membuat jadwal produksi, penugasan, serta pembebanan mesin dan tenaga kerja yang terperinci.

 


Stephany Karina, STP
IG: stephany_karina
www.ikmbatu.com

,